SMK Tarunatama Getasan didirikan pada tahun 2004 di Dusun Jampelan, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, oleh Yayasan Sion sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di lereng Gunung Merbabu. Kawasan ini dikenal sebagai daerah pertanian, namun semakin hari luas lahan pertanian menyusut karena perkembangan penduduk dan pesatnya pembangunan sektor pariwisata, seperti hotel, restoran, dan tempat wisata lainnya.
Fenomena lainnya adalah banyak keluarga petani yang enggan anak-anaknya mengikuti jejak sebagai petani, karena menganggap profesi ini sebagai pekerjaan yang berat dan tidak menjanjikan. Di sisi lain, lulusan SMP di daerah ini umumnya tidak memiliki keahlian yang memadai untuk langsung masuk ke dunia kerja. Menanggapi situasi ini, SMK Tarunatama hadir sebagai sekolah kejuruan yang membekali siswa dengan keterampilan praktis dan relevan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Seiring waktu, SMK Tarunatama membuka empat program keahlian, yaitu:
· Akuntansi dan Keuangan Lembaga (2004)
· Teknik Komputer dan Jaringan (2009)
· Tata Busana (2010)
· Teknik Sepeda Motor (2014)
Tujuan
SMK Tarunatama bertujuan memberikan bekal keterampilan (hard skill dan soft skill) kepada siswa agar mereka siap menghadapi dunia kerja maupun menjadi wirausahawan mandiri. Setiap program studi dibuka berdasarkan hasil survei minat masyarakat di wilayah Kecamatan Getasan dan sekitarnya.
Target dan Ruang Lingkup
Program studi yang ditawarkan menyasar berbagai kebutuhan masyarakat:
· Akuntansi dan Keuangan Lembaga: Diharapkan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di lembaga formal, tetapi juga bisa membantu masyarakat dalam pengelolaan keuangan keluarga yang lebih baik.
· Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ): Menjawab kebutuhan tenaga ahli di bidang jaringan dan internet yang semakin tinggi, lulusan diharapkan dapat bekerja di lembaga atau membuka usaha jasa jaringan secara mandiri.
· Tata Busana: Membekali siswa agar mampu terjun di industri garmen, menjadi wirausaha di bidang busana, hingga berprofesi sebagai desainer.
· Teknik Sepeda Motor: Menyasar kebutuhan pasar terhadap mekanik handal, baik untuk bekerja di bengkel maupun membuka usaha sendiri, mengingat sepeda motor merupakan alat transportasi utama masyarakat.
Siswa SMK Tarunatama berasal dari berbagai daerah, mulai dari Getasan, Ngablak, Boyolali, Magelang, Purwodadi, hingga Salatiga. Beberapa siswa juga datang dari luar Jawa seperti Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara.
Kegiatan
Selain pelajaran inti di masing-masing program studi, SMK Tarunatama juga membekali siswa dengan kompetensi tambahan:
· Teknik Pengelasan (Welding): Wajib untuk siswa Teknik Sepeda Motor sebagai keterampilan tambahan yang sangat relevan di dunia kerja.
· Muatan Lokal Tata Boga: Diajarkan sebagai muatan lokal bagi siswa Tata Busana, merespons tingginya minat masyarakat terhadap bidang kuliner.
· Muatan Lokal Tata Jasa Pariwisata dan Perhotelan: Diajarkan sebagai keterampilan tambahan untuk siswa program TKJ dan Akuntansi, menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja di daerah wisata.
· Pendidikan Karakter dan Soft Skill: Diperkuat melalui kegiatan ibadah harian, ibadah bulanan dan hari besar, program Sekolah Safety Riding Mandiri (SSRM), serta penyisipan nilai-nilai kemandirian dan kepemimpinan dalam setiap mata pelajaran. Hal ini penting karena soft skill mencakup 70% kualifikasi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Mitra
Untuk mendukung proses pembelajaran dan penyaluran lulusan ke dunia kerja, SMK Tarunatama menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri dan pendidikan, antara lain:
· Astra Honda Motor
· Ungaran Sari Garmen (USG)
· Argo Manunggal Tekstil (AMT)
· Gmedia
· Hotel D’Emerick
· Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
· Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA)
· dan mitra lainnya
Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, SMK Tarunatama Getasan mengajak berbagai pihak—gereja, masyarakat, alumni, pengusaha, dan lembaga sosial—untuk berpartisipasi mendukung pelayanan pendidikan ini. Dukungan dapat berupa doa, dana, tenaga, maupun bentuk lainnya demi meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas dampak pelayanan kepada generasi muda.