Lembaga Kesejahteraan Sosial Aanak (LKSA) Sion didirikan sebagai tindak lanjut dari perkembangan program Yayasan Sion Salatiga di bidang pendidikan dan Proyek kesejahteraan keluarga dan Anak yang dulu disebut PROPEKA. Dengan adanya Sekolah Dasar dan PROPEKA, maka banyak anak warga jemaat GKJTU yang berada di lereng gunung Merbabu dan telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah Dasar ingin melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama.
Namun, jarak dari tempat tinggal mereka di lereng gunung Merbabu ke Salatiga yang cukup jauh merupakan hambatan mereka untuk mewujudkan niat melanjutkan sekolah di jenjang SMP. Berhadapan dengan situasi ini, Yayasan Sion lantas mengupayakan solusi agar anak-anak tersebut bisa tetap bersekolah. Dengan segala keterbatasannya, pengurus Yayasan Sion kemudian menampung anak-anak yang akan melanjutkan sekolah meski harus dititipkan di rumah-rumah warga gereja. Namun solusi ini hanya bersifat sementara. Untuk jangka panjang, Yayasan Sion mulai berpikir untuk mendirikan sebuah Panti Asuhan bagi anak-anak tersebut. Sebuah tekad yang besar dan mulia para pengurus saat itu dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan menolong. Keyakinan ini pada akhirnya terwujud dengan berdirinya asrama Panti Asuhan Sion pada tanggal 10 November 1977, yang belakangan menyesuaikan namanya menjadi LKSA Sion Salatiga seturut ketentuan pemerintah
Berangkat dari latar belakang tersebut, LKSA Sion kemudian merumuskan tujuannya yakni “Menghadirkan Kerajaan Allah di bumi, dengan memberikan bekal kepada anak asuh agar menjadi orang yang dewasa, mandiri dan beriman.”
Adapun sasaran pelayanan LKSA Sion adalah :
1. Anak warga jemaat GKJTU yang kurang mampu dari segi daya dan dana;
2. Anak warga jemaat GKJTU yang tempat tinggalnya jauh dari Getasan dan Salatiga (dari kota lain);
3. Warga gereja lain yang membutuhkan dilihat karena alasan-alasan tertentu seperti jarak rumah yang jauh dari sekolah maupun keterbatasan daya dan dana;
4. Masyarakat luas yang meskipun bukan Kristen tetapi tergolong kurang mampu .
Untuk mencapai tujuan yang diharapkan tersebut maka selain menyediakan pemondokan maupun layanan kebutuhan dasar pada umumnya, LKSA Sion juga mengadakan berbagai kegiatan bagi anak-anak asuhnya. Berikut ini kegiatan-kegiatan yang dimaksud.
- Kegiatan bidang kerohani meliputi renungan pagi dan malam yang dilangsungkan setiap hari, pemahaman alkitab, pelayanan pujian melalui vokal grup maupun pelayanan sebagai pemain musik dan tamborin dalam ibadah-ibadah di gereja, serta mengikuti kegiatan gerejawi dan perkunjungan ke jemaat-jemaat GKJTU di luar Salatiga.
- Kegiatan penunjang Pendidikan seperti belajar mandiri dan kelompok di Asrama Panti Asuhan Sion.
- Kegiatan latihan kepemimpinan dengan membentuk pengurus asrama (ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi), memimpin Pemahaman Alkitab dan menjadi liturgos dalam ibadah malam.
- Kegiatan latihan Kemandirian fisik dan mental yaitu menyusun dan melaksanakan kerja praktis (piket harian) untuk membersihkan lingkungan asrama, menanam sayur dan membuat kue.
- Kegiatan hidup bermasyarakat yaitu bersama warga ikut ambil bagian kerja bakti di lingkungan RT serta terlibat aktif dalam kegiatan Masyarakat (HUT RI) sebagai panitia dan pengisi acara.
- Kegiatan latihan fisik dan mental seperti olah raga (jalan sehat) pagi, retreat, ibadah padang.
- Kegiatan pengambangan seni dan budaya yang dilakukan melalui latihan musik (gitar) secara mandiri di asrama maupun latihan vokal grup.
Melalui pelayanan ini sudah banyak anak-anak yang berhasil menamatkan pendidikannya dengan baik oleh karena topangan tangan Tuhan melalui pelayanan lembaga ini. LKSA Sion meyakini bahwa penyertaan Tuhan akan selalu ada seiring dengan tujuan mulia didirikannya lembaga ini. Itu semua tampak melalui dukungan berbagai elemen masyarakat yang diberikan kepada LKSA Sion yakni, para orang tua secara khusus, pemerintah yang memberikan bantuan secara insidental, lembaga-lembaga sosial yang ada di Indonesia, warga GKJTU Salatiga dan gereja-gereja lainnya di dalam dan luar negeri, serta para donatur lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.
LKSA Sion senantiasa mengucap syukur untuk itu semua. Namun seiring berjalannya waktu kebutuhan operasional LKSA Sion juga semakin banyak. Biaya kebutuhan pokok anak yang meningkat serta kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas yang semakin termakan usia membuat hal tersebut menjadi tak terhindarkan. Dengan demikian, agar dapat terus menjalankan upaya-upaya pelayanan LKSA Sion, kami mengundang para pembaca yang tergerak hatinya untuk ambil bagian dalam pelayanan LKSA Sion dengan memberikan dukungannya melalui dukungan doa, dana, penyebaran informasi seputar LKSA Sion, serta bentuk dukungan lainnya. Sebab sekecil apapun bantuan yang diberikan bagi LKSA Sion, akan sangat bermanfaat bagi keberlanjutan lembaga ini.